Wednesday, September 21, 2016

TRITUNGGAL

Penjelasan Singkat Tritunggal
Salah satu hal yang paling sulit dimengerti dalam iman kekristenan adalah mengenai istilah Tritunggal Maha Kudus. Tritunggal sebenarnya adalah istilah untuk menyebutkan “Allah itu satu tetapi mempunyai tiga Pribadi”. Kenapa istilah Tritunggal ini menjadi sangat sulit dipahami oleh manusia? Karena manusia tidak bisa dengan sempurna memahami Allah yang begitu besar dan begitu sempurna. Namun itu tidak berarti kita tidak bisa memahaminya sama sekali. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan mencoba secara singkat (diulang, secara singkat) menerangkan apa itu Allah Tritunggal.
Allah itu esa
Pertama yang harus diketahui adalah bahwa Allah itu esa (Ul 6:4, Mal 2:15, Mrk 12:29, Yoh 5:44, 1 Kor 8:4, 1 Tim 1:17, 1 Tim 2:5).
Ulangan 6:4, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Maleakhi 2:15, Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Markus 12:29, Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Yohanes 5:44, Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
1 Korintus 8:4, Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
1 Timotius 1:17, Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
1 Timotius 2:5, Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
Ayat - ayat tadi baru beberapa ayat yang memberi tahu Allah itu satu secara tersurat, belum lagi yang mengungkapkan secara tersirat, akan tidak terhitung berapa jumlahnya. Begitu banyak ayat yang berkata bahwa Allah itu esa (satu) dan memang Allah itu satu dan tidak diragukan lagi kalau Allah itu satu. Namun jika dilihat dari bahasa aslinya, bahasa Ibrani, kata Allah menggunakan kata Elohim (jamak), bagaimana mungkin Allah yang satu menggunakan kata jamak ini? Jawabannya dapat ditemukan di awal artikel ini, karena Allah mempunyai tiga pribadi, yaitu Bapa, Yesus Kristus (Anak), dan Roh Kudus. Tidak, Bapa, Yesus, dan Roh Kudus bukan tiga, semuanya adalah satu kesatuan Allah. Ketiganya adalah kekal, tidak ada yang menciptakan, sudah ada sejak semula, bahkan sebelum semuanya jadi.
Bapa adalah Allah, Yesus Kristus adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah
1 Kor 8:6, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Secara singkat, Bapa adalah sumber dari segala sumber dan kepada Bapa saja kita hidup. Hanya oleh Tuhan Yesus Kristus saja segala sesuatu jadi dan hanya melalui Yesus Kristus sajalah kita dapat menuju Bapa. Yesus Kristus adalah Firman yang hidup. Pada saat penciptaan, Allah Bapa berfirman dan segala sesuatunya jadi. Yesuslah Firman yang telah menjadi manusia.
Yohanes 1:1, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:14, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yesus adalah Anak Allah yang hidup. Penjelasan mengapa Yesus Kristus disebut sebagai Allah secara rinci akan dijelaskan pada artikel berikutnya. Yesus juga menegaskan bahwa Dia dan Bapa adalah satu.
Yohanes 10:30, Aku dan Bapa adalah satu.
Jelas Yesus mengatakan bahwa diri-Nya dan Allah bapa adalah satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisahkan. Roh Kudus juga adalah Allah, Roh Kudus mempunyai sifat – sifat yang sama dengan sifat yang dimiliki oleh Allah. Roh Kudus bukanlah seperti kuasa mistis, Roh Kudus juga merupakan satu pribadi Allah. Kisah Para Rasul 5:3-4 mengatakan bahwa saat kita mendustai Roh Kudus, itu sama saja kita mendustai Allah. Penjelasan mengenai Roh Kudus ini juga tidak akan dibahas secara rinci di sini.
Kenapa bisa disebut satu?
Mungkin inilah bagian terpenting dari apa yang sedang kita bahas, bagaimana mungkin tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus bisa disebut satu? Manusia sering kali menggambarkannya dengan beberapa perumpamaan. Perumpamaan yang paling sering kita dengar adalah bagaimana seseorang pada di saat di rumah adalah anak, pada saat di sekolah adalah murid, pada saat di lingkungan adalah teman, walaupun terlihat tiga, tetapi seseorang ini sebenarnya adalah satu. Pada dasarnya anak itu adalah satu, hanya mempunyai tiga fungsi. Bapa, Anak, dan Roh Kudus selain memiliki fungsi yang berbeda, juga merupakan pribadi yang berbeda, jadi menurut saya perumpamaan tadi kurang pas untuk menjelaskan Allah Tritunggal. Perumpamaan lain adalah bagaimana manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh, namun tetap satu. Perumpamaan ini juga kurang pas menurut saya karena tubuh, jiwa, dan roh merupakan bagian dari manusia, jika hanya tubuh saja atau jiwa saja atau roh saja, maka bukanlah manusia itu sendiri. Lalu perumpamaan apa yang cocok untuk menggambarkan ini semua? Sampai saat ini pun saya belum bisa menemukan perumpamaan apa yang cocok dengan sifat Allah ini, tetapi bukan tidak mungkin kita mengetahui bagaimana kesatuan Allah dapat terjadi.
Yohanes 17:22, Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
Ini merupakan kutipan dari doa Yesus untuk murid – murid-Nya (termasuk kita yang percaya pada Yesus). Yesus mengatakan bahwa Yesus memberikan kemuliaan kepada kita, kemuliaan yang diberikan Bapa kepada Yesus, kemuliaan ini membuat kita menjadi satu, menjadi satu di sini seperti Bapa dan Yesus adalah satu. Jadi apa kemuliaan yang diberikan itu? Kemuliaan itu adalah kemampuan untuk menjadi satu, sama seperti Bapa dan Yesus adalah satu. Jadi Bapa dan Yesus adalah satu karena mempunyai kemuliaan ini. Kemuliaan itu apa sih sebenarnya?
Yohanes 17:23, Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Ya, jawabannya ada di ayat ini, apa yang Bapa berikan kepada Yesus, dan Yesus berikan kepada kita adalah kasih. Kemuliaan tersebut ternyata adalah Kasih dari Bapa. Kasih dari Bapa ini lah yang mempersatukan. Tentu ini bukanlah kasih sembarangan, kasih yang dimaksudkan adalah kasih agape, kasih tanpa syarat yang mau berkorban, kasih yang sempurna yang hanya dimiliki oleh Allah. Jadi jawaban dapat disimpulkan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah kasih itu sendiri, kasih agape lah yang mempersatukan Bapa, Anak, dan Roh Kudus, mereka bukanlah tiga, tapi satu kesatuan yang tidak dapat dilepas. Dalam 1 Yohanes 4:7-21 merupakan satu perikop yang menjelaskan bahwa “Allah adalah kasih”.
1 Yohanes 4:8, Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
1 Yohanes 4:10, Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Kasih itu berasal dari Allah dan sudah ada pada mulanya karena Allah adalah kasih. Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah satu dalam satu kesatuan kasih yang tidak dapat dipisahkan.
Melihat dari penjelasan di atas, sebenarnya jika kasih Allah benar – benar ada di dalam kita, kita juga bisa bersatu dan tidak terpecah, namun ternyata selama kita ada di dunia, godaan dunia membuat kita tidak dapat melakukan kasih yang sempurna yang dari Bapa itu, kasih yang mempersatukan. Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk saling mengasihi seperti Allah mengasihi agar kita dapat menjadi satu di dalam Kristus.
Penjelasan saya di atas mungkin saja salah, karena saya bukan Allah dan tidak pernah menjadi Allah. Dengan otak kita yang sedemikian terbatas, kita tidak mungkin dapat memahami Allah yang begitu besar. Allah juga tidak dapat dianalogikan dengan apapun yang ada di dunia ini karena Allah bukan berasal dari dunia, Allah sudah ada sejak semula sebelum semuanya ada. Walaupun tidak dapat dijelaskan secara tepat, kita tidak perlu malu dengan konsep Tritunggal ini, karena memang Allah adalah maha segalanya, dan sekali lagi tidak mungkin manusia yang terbatas dapat secara tepat memahami Allah Tritunggal

Saturday, January 16, 2016

BAHAGIANYA ORANG YANG HIDUP MENURUT TAURAT TUHAN



BAHAGIANYA ORANG YANG HIDUP MENURUT TAURAT TUHAN
MAZMUR 119 : 1 – 8

Ketika kita memasuki pernikahan kudus, banyak orang yang memberikan ucapan “Selamat berbahagia”, sebagai tanda doa, harapan atas sebuah pencapaian untuk memasuki kehidupan yang baru.
Kebahagiaan manusia menurut Mazmur 32:1-2 adalah sbb:
·         Orang yang diampuni kesalahannya
·         Dosanya ditutupi
·         Kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan
·         Tidak berjiwa penipu.
Untuk mendapatkan hal-hal tersebut diatas, manusia harus bisa berbalik dari setiap jalannya dan hidup menurut Taurat Tuhan. Taurat Tuhan adalah peraturan-peraturan/rambu-rambu jalan hidup yang diberikan oleh Tuhan untuk manusia, setiap orang yang mengikutinya, maka perjalanan hidupnya akan berjalan dengan baik tapi setiap orang yang menyimpang akan mengalami banyak kesukaran karena kesalahannya sendiri.
Dalam Mazmur 119 ini, kembali ditegaskan tentang sumber kebahagiaan manusia. Sumber kebahagiaan manusia adalah sebagai berikut:
Ayat 1
1.      Hidupnya tidak bercelah (Contoh: Nuh).
hidup tidak bercelah artinya tidak memberi celah atau kesempatan untuk dosa masuk dan menguasai hidupnya, tapi setiap kekurannya dan kekurangan orang lain selalu ditutupi dengan kasih.
2.      Hidup menurut taurat Tuhan.
 melakukan apa yang diperitahkan oleh Tuhan dan menjauhi setiap larangan Tuhan.
Ayat 2
1.      Hidup memegang perintah-perintah-Nya.
hidup memegang perintah Tuhan artinya tunduk dan taat akan setiap firman Allah dan melakukan kebenaran firman Tuhan sehari-harinya.
2.      Mencari Tuhan dengan segenap hati.
Mencari Tuhan dengan segenap hati artinya dalam setiap keadaan, dalam situasi apapun tetap dirinya akan mengutamakan Tuhan, untuk mengambil semua keputusan tetap mencari hikmat Allah, beribadah dengan sungguh-sungguh, dll.
Ayat 3
1.      Tidak melakukan kejahatan.
Kejahatan=menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.
apapun yang dilakukan tidak semata-mata untuk menyenangkan diri sendiri tapi juga memperhatikan orang lain.
2.      Hidup menurut jalan yang ditunjukkan.
Tidak melakukan segala sesuatu atas kemauan sendiri, tapi semua kembali melakukan segala sesuatunya sesuai firman Allah.

Ayat 4 – 8:
Merupakan janji-janji Allah kepada setiap orang yang hidup menurut Taurat-Nya.
Allah tetap memperhatikan setiap umat-nya yang hidup menurut taurat-Nya, mata Tuhan akan selalu tertuju kepada setiap orang yang melakukan firman-Nya, Ia tidak akan meninggalkan mereka.
Menjadi sebuah pertanyaan, sudahkah kita merasa bahagia saat ini ataukah kita sering dilanda galau, pikiran yang tak tenang, gelisah, kecewa, sakit hati, ataupun kita banyak mengalami kesukaran karena kesalahan kita sendiri? Kalau kita belum bisa merasakan kebahagiaan saat ini, marilah kita introspeksi diri, sudahkah kita hidup sesuai taurat Tuhan? Bila kita belum sepenuhnya hidup dalam taurat Tuhan, jangan menyalahkan siapapun atas keadaan kita, tapi marilah kita berbenah diri dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan hidup dalam kebenaran-Nya, percayalah dalam keadaan apapun, kita tidak akan kekurangan sukacita dan kebahagiaan karena Tuhan melimpahi kita dengan kebahgiaan yang sumbernya berasal dari Bapa kita yaitu Yesus Kristus dan Roh Kudus-Nya.

TUHAN MEMBERKATI DAN MELIMPAHI KITA DENGAN KEBAHAGIAAN DALAM KASIH KARUNIANYA.

Sunday, January 10, 2016



HIDUP ITU BERAT
Ayub 7 : 1 – 4

Tuhan tidak pernah menjanjikan kehidupan manusia selalu indah dan dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah, tapi adakalanya harus melewati kerikil dan batu yang tajam dan Tuhan akan selalu memberi kekuatan bagi orang yang mencariNya. Manusia harus bergumul dan berusaha karena kehidupan tidaklah gampang, oleh karena itu dari sekarang harus mempersiapkan diri dengan baik dan benar. Ketika kita sudah mengetahui firman Allah, maka ada penyaring dalam menghadapi masa-masa yang sulit tersebut, ada jalan untuk tetap bertahan dalam masa tersebut.
Kisah seorang Ayub adalah sebuah gambaran roda kehidupan yang terus berputar, ada perubahan yang terjadi dari masa ke masa. Ayub melewati masa-masa yang tersulit dalam hidupnya yang diizinkan oleh Tuhan, semua anak-anaknya mati dalam sekejap, harta bendanya habis ludes dalam sekejap, bahkan istrinya sebagai orang yang paling dekat dengan dia, berputus asa melihat keadaan Ayub yang sangat menderita, oleh karena itu ia menyuruh Ayub mengutuki Tuhan setelah itu ia mati. Ayub sudah sangat menderita secara fisik, juga harus menanggung beban moril, bagaimana seorang yang sangat kaya raya, harus tidur dalam abu sambil menggaruk badannya yang gatal dengan beling, bagaimana pandangan orang luar tentang kehidupan Ayub, bisalah dibayangkan mereka akan berkata dan menuduh Ayub telah berbuat dosa kepada Allah, itulah sebabnya Allah menghukumnya, dan hal itu jugalah yang dipikirkan oleh sahabat-sahabat Ayub. Bila dibandingkan dengan keadaan Ayub dalam kitab Ayub 1:1-5, sangat bertolak belakang keadaan yang dia alami saat itu, seorang yang sangat kaya raya, biasa dilayani dan hidup dalam berbagai kelimpahan, semua telah tiada dan orang lainpun menjauhinya tidak mudah untuk menerima, menjalani penderitaan yang dia alami, tapi dari semua penderitaan itu, tidak sekalipun lewat perkataan dan perbuatannya berdosa ia kepada Allah. Sangat luar biasa!!
Ada 4 hal, yang dimiliki oleh Ayub dan hal inilah yang membuat dia kuat dalam menghadapi penderitaan (Ayub 1:1) yaitu:

  • ·         Saleh,
  • ·         Jujur
  • ·         Takut akan Allah
  • ·         Menjauhi kejahatan.

Dari sifat dan sikap inilah, Ayub tetap bertahan dan melewati masa tersulit dalam hidupnya, dan Tuhan memperhitungkan semuanya, sehingga dalam kitab Ayub 42: 10-15, 1 Samuel 2:7-8 Tuhan memulihkan keadaan Ayub setelah melewati proses yang panjang, tapi dari hasil kesetiaannya, Tuhan mengembalikan 2 kali lipat segala yang dipunyai sebelumnya. dicatat dalam kitab ini bahwa tidak ada yang dapat membandingi, menyamai kecantikan anak-anaknya dan juga segala milik kekayaannya, dan ia menjadi orang terkaya pada waktu itu serta Tuhan masih menambahkan umurnya 140 thn, dibalik penderitaan Tuhan siapkan kemuliaan yang luar biasa.
Sebuah pembelajaran bagi kita umat Tuhan, bahwa ketika Tuhan mengizinkan kita mengalami penderitaan hadapilah semuanya dengan tetap mengucap syukur dan jangan meninggalkan Tuhan karena dibalik penderitaan itu ada rencana Tuhan dan ada berkat yang Tuhan siapkan. Tuhan memberkati, memampukan kita dalam menghadapi hidup ini dan kiranya Tuhan memulihkan keadaan kita. Amin

Saturday, July 26, 2014

Kasih Agape Allah



Yohanes 3 : 16-18
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Didalam bahasa Ibrani tanda titik ataupun koma sangat besar maknanya karena lebih atau kurangnya tanda tersebut dapat merubah arti dan makna suatu kata/kalimat, berbeda dengan tanda titik dan tanda koma dalam bahasa Indonesia yang mungkin hanya menunjukkan tanda tersebut sebagai penekanan kata/intonasi bahasa.

Didalam injil Yohanes pasal 3 ini, ada satu komunikasi yang terjalin antara Yesus dan seorang Farisi dan dia juga adalah seorang pemimpin agama Yahudi yang bernama Nikodemus. tapi dari hasil percakapan keduanya menunjukkan, Ia adalah seorang yang sangat dangkal pengertian dan permahamannya tentang Firman Allah. percakapan demi percakapan terjalin dan orang ini melihat sesuatu yang berbeda dari Yesus. Ia semakin ingin mengenal dan memahami apa yang Yesus sampaikan, Itulah sebabnya ketika Yesus berbicara tentang kelahiran baru, ia sangat antusias dan bertanya bagaimana mungkin seorang yang sudah dewasa dapat dilahirkan kembali dan Yesuspun menjelaskan kelahiran baru itu bukan secara lahiriah tapi secara rohani melalui babtisan air dan Roh.

Tujuan Allah mengutus AnakNya yang tunggal datang kedunia ini untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa yaitu maut dan memberikan keselamatan yang kekal kepada setiap orang yang percaya kepadaNya, inilah kasih Agape itu, Kasih Putra tunggal Allah, kasih yang tulus dan murni, kasih yang tidak terbatas, yang mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan orang yang berdosa.
Dalam Yohanes 3:16, merupakan suatu statement yang diungkapkan oleh Yesus, sebuah pengorbanan standart Allah, dan dalam Lukas 20:9-19 disitu ada sebuah perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus tentang penggarap-penggarap pohon anggur,

Lahan = dunia ini, Ini adalah gambaran bangsa Israel yang berulang kali menolak Kerajaan Allah. Berkali-kali Allah mengutus nabi-nabi-Nya kepada mereka, hingga pada puncak-Nya, Dia mengirimkan Yesus, Anak-Nya untuk berbicara kepada mereka. Namun tetap saja, mereka menolak. Mereka justru kemudian menyalibkan Yesus sebagai puncak pemberontakan  dan kedegilah hati mereka. Sungguh ironiiis!!!!!...
Sebagai orang percaya di zaman sekarang ini, kita tentu tidak meragukan Yesus sebagai Anak Allah, Juruselamat yang telah diberikan Bapa kepada kita. Maka jangan sia-siakan anugerah yang luar biasa itu. Marilah kita selalu membuka hati dan menerima kedatangan-Nya.

Kejadian 6, kejahatan manusia itu sudah sangat luar biasa, kecenderungan hati mereka, sudah membuahkan yang jahat dan itu menyakitkan hati Tuhan, dan Tuhan memusnahkan mereka tapi Tuhan juga masih menyisahkan generasi yang baru tapi juga generasi itu tetap melakukan dosa, generasi ke generasi dosa terus berkembang, tapi Allah tetap mengasihi manusia dan tidak ingin membinasakannya sehingga, Ia menganugerahkan keselamatan melalui pengorbanan Yesus Kristus. yang menjadi persoalan sekarang, apakah kita mau percaya, bertobat dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita serta hidup menurut firmanNya?? orang yang selalu mengeluh dan bersungut-sungut merupakan suatu tanda ia masih dalam keterikatan dosa, tapi orang yang senantiasa bersyukur menunjukkan Ia sudah lahir baru di dalam Tuhan. “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah menganugerahkan AnakNya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” bagaimana kasih kita kepada Allah?? Tunjukkanlah kasih itu melalui perubahan sikap kita yang tidak lagi dikuasai oleh dosa tapi hidup dalam kebenaran Allah, mengasihi Allah dan juga sesama. Tuhan memberkati!!!

"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:22-23)